|| Laman Utama || Asas Syariat Islam || Tulisan Ustaz || Belajar Bahasa Al-Quran || Artikel Pilihan || Audio || Derma ||

 
الدَّرْسُ الثَّالِثَ عَشَرَ
Pelajaran Ketigabelas

Pada pelajaran keduabelas, kita telah mempelajari tentang tata cara penghitungan objek (benda/orang) yang berjantina (bergender) muzakkar (male) dari 11 sampai 20.
Pada pelajaran kali ini, kita mempelajari cara menghitung objek dari 11 sampai 20, tapi objek yang dihitung adalah mu’annast (female). Perhatikan contoh-contoh berikut ini:

11- إِحْدَى عَشْـرَة رِسَالَة                       16- سِتَّ  عَشْـرَة رِسَالَةً ( 16 surat )
12- اثْنَـتاَ  عَشْـرَة رِسَالَةً                        17- سَبْعَ عَشْـرَة رِسَالَةً
13- ثَلاَثَ عَشْـرَة رِسَالَةً                        18- ثَمَاني عَشْـرَة رِسَالَةً
14- أَرْبَعَ عَشْـرَة رِسَالَةً                         19- تِسْعَ عَشْـرَة رِسَالَةً
15- خَمْسَ عَشْـرَة رِسَالَةً                       20- عِشْـرُوْنَ رِسَالَةً               

Perhatian:

  1. Untuk angka 11 dan 12, apabila objek yang dihitung adalah muzakkar (male), maka angkanya juga harus muzakkar. Begitu juga jika objeknya mu’annats, maka angkanya harus mu’annats. Contoh:

أَحَدَ عَشَـرَ وَلَدًا (benar )          إحْدَى عَشْرَةَ وَلَداً (salah )
اثْناَ  عَشَـرَ وَلَدًا (benar )          اثْنَتَا عَشْرَةَ وَلَدًا (salah )

إِحْدَى عَشْـرَة رِسَالَةً (benar )     أَحَدَ عَشَـرَ رِسَالَةً (salah )
اثْنَـتاَ  عَشْـرَة رِسَالَةً (benar )     اثْناَ  عَشَـرَ رِسَالَةً (salah )

  1. Dari angka 13 sampai 19, apabila objek yang dihitung adalah muzakkar (male), maka angkanya harus mu’annats. Sebaliknya, jika objeknya mu’annats, maka angkanya harus muzakkar. Contoh:

ثَلاَثَةَ عَشَـرَ وَلَدًا (benar )          ثَلاَثَ عَشْـرَةَ وَلَدًا (salah )
أَرْبَعَةَ عَشَـرَ وَلَدًا (benar )          أَرْبَعَ عَشْـرَةَ وَلَدًا (salah )

ثَلاَثَ عَشْـرَة رِسَالَةً (benar )      ثَلاَثَةَ عَشَـرَ رِسَالَةً (salah )
أَرْبَعَ عَشْـرَة رِسَالَةً (benar )       أَرْبَعَةَ عَشَـرَ رِسَالَةً (salah )

  1. Adapun angka 20 (begitu juga 30, 40, 50 dan seterusnya) objek yang dihitung bisa muzakkar atau mu’annats. Contoh:

عِشْـرُوْنَ وَلَدًا (benar )               عِشْـرُوْنَ رِسَالَةً (benar)