|| Laman Utama || Asas Syariat Islam || Tulisan Ustaz || Belajar Bahasa Al-Quran || Artikel Pilihan || Audio || Derma ||


الدَّرْسُ الخَامِسَ عَشَرَ
Pelajaran Kelimabelas

Pada pelajaran ke-14, kita telah mempelajari kata sifat dari suatu objek (benda atau orang), seperti: tinggi, pendek, tebal, tipis, bersih, kotor dan lain sebagainya. Pada pelajaran kali ini, kita akan mempelajari sifat perbandingan (comparative).
Perhatikan contoh-contoh di bawah ini:

(1)
كَبِيْرٌ (besar) – أَكْبَرُ (lebih besar)              قَوِيٌّ (kuat)– أَقْوَى (lebih kuat)

طَوِيْلٌ  (panjang) – أَطْوَلُ (lebih panjang)   سَهْلٌ (mudah) – أَسْهَلُ (lebih mudah)

وَاسِعٌ (luas)– أَوْسَعُ (lebih luas)                  غاَلٍ (mahal) – أَغْلىَ (lebih mahal)

عَالِمٌ (pandai)– أَعْلَمُ (lebih pandai)             رَقِيْقٌ (tipis) – أَرَقُّ (lebih tipis)

ضَيَّقٌ (sempit) – أَضْيَقُ (lebih sempit)        خَفِيْفٌ (ringan) – أَخَفُّ (lebih ringan)

(2)
البَابُ أَكْبَرُ مِنَ النَّافِذَةِ Pintu itu lebih besar daripada jendela
النَّافِذَةُ أَصْغَرُ مِنَ الْبَابِ Jendela itu lebih kecil daripada pintu
المِسْطَرَةُ أَطْوَلُ مِنَ الْقَلَمِ Penggaris itu lebih panjang daripada pen
أَأَنْتَ أَقْوَى مِنْ أَخِيْكَ الصَّغِيْرِ Adakah kamu lebih kuat daripada adikmu

(3)
أَيُّ الْكِتَابَيْنِ أَجْمَلُ
Yang mana satu (dari) dua kitab itu yang lebih cantik

أَيُّهُمَا أَجْمَلُ، الكِتَابُ الْجَدِيْدُ أَمِ الْكِتَابُ الْقَدِيْمُ
Yang mana satu dari dua kitab (ini) yang lebih cantik, kitab yang baru atau kitab yang lama
الكِتَابُ الْجَدِيْدُ أَجْمَلُ مِنَ الْكِتَابِ الْقَدِيْمِ    
Kitab baru itu lebih cantik daripada kitab yang lama

 

Perhatian:
1. Cara mengubah kata sifat menjadi bentuk perbandingan (comparative) adalah dengan mengikuti formula أَفْعَلَ sebagaimana contoh nomer satu.
2.  Kata sifat pembanding diletakkan diantara dua objeck yang diperbandingkan, lalu ditambahَ مِنْ
(daripada). Perhatikan sekali lagi contoh nomer dua.
3. Untuk menanyakan yang mana satu diantara dua objeck yang lebih, maka digunakan kata أَيٌّ
 (yang berarti= yang mana satu). Perhatikan sekali lagi contoh nomer tiga.
4. Ada dua cara untuk menanyakan yang mana satu dari dua benda yang dibandingkan:

- dua objek tersebut diubah menjadi bentuk double (mutsanna), seperti:                                                                                                                              أَيُّ الْكِتَابَيْنِ أَجْمَلُ

- menggunakan kata ganti dalam bentuk double (mutsanna), kemudian menyebutkan satu persatu dua benda yang dibandingkan, seperti:
                                                                                                           أَيُّهُمَا أَجْمَلُ، الكِتَابُ الْجَدِيْدُ أَمِ الْكِتَابُ الْقَدِيْمُ