www.shiar-islam.com
                                                          Pelajari Bahasa Al-Qur'an

قَالَ تَعَالى: }إِناَّ أَنْزَلْناَهُ قُرْآناً عَرَبِياًّ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُوْنَ{ يوسف: 2

Sesungguhnya, Kami menurunkannya (ayat-ayat Kami) berupa Al-qur`an

dalam  bahasa Arab, agar kamu memahaminya (Yusuf: 2)

 

 

 

الدَّرْسُ التَّاسِعُ = Pelajaran Kesembilan

 

هَلْ لَكَ سَيَّارَةٌ؟                                      Adakah anda mempunyai kereta     

 نَعَمْ، لِيْ سَيَّارَةٌ                                           Iya, saya mempunyai kereta

أَيْنَ سَيَّارَتُكَ؟   سَيَّارَتِيْ أَمَامَ الْبَيْتِ     Dimana kereta anda? Kereta saya didepan rumah

كَمْ سَيَّارَةً لَكَ؟                 Berapa kereta yang anda punya?

لِيْ سَيَّارَةُ وَاحِدَةٌ               Saya mempunyai 1 kereta           

لِيْ سَيَّارَتَان اثْنـتَانِ            Saya mempunyai 2 kereta

لِيْ ثَلاَثُ سَـيَّارَاتٍ            Saya mempunyai 3 kereta

لِيْ أَرْبَعُ سَـيَّارَاتٍ             Saya mempunyai 4 kereta

لِيْ خَمْسُ سَـيَّارَاتٍ           Saya mempunyai 5 kereta

لِيْ سِـتُّ سَـيَّارَاتٍ          Saya mempunyai 6 kereta

لِيْ سَبْعُ سَـيَّارَاتٍ             Saya mempunyai 7 kereta

لِيْ ثَمَاِِني سَـيَّارَاتٍ            Saya mempunyai 8 kereta

لِيْ تِسْعُ سَـيَّارَاتٍ             Saya mempunyai 9 kereta

لِيْ عَشَرُ سَـيَّارَاتٍ            Saya mempunyai 10 kereta

 

Perhatian:

 

  1. Jika benda yang dihitung berjumlah satu (mufrad) dan dua (mutsanna), maka angka yg berada setelah benda tersebut mengikuti gender daripada benda tersebut. Jika benda tersebut muzakkar, maka angkanya pun harus muzakkar, begitu juga jika benda tersebut mu`annats, maka angkanyapun harus mu`annas. contoh:

قَلَمٌ وَاحِدٌ (benar)              قَلَمٌ وَاحِدَةٌ  (salah)

قَلَمَانِ اثْناَنِ (benar)             قَلَمَانِ اثْتَنَانِ  (salah)

سَـيَّارَةٌ وَاحِدَةٌ (benar)             سَـيَّارَةٌ وَاحِدٌ (salah)

سَـيَّارَتَانِ اثْنَتَانِ (benar)            سَـيَّارَتاَنِ اثْناَنِ (salah)

  1. Tapi jika benda yang dihitung berjumlah tiga sampai sepuluh, maka angkanya harus mu’annats jika bendanya muzakkar, begitu juga jika bendanya mu`annats maka angkanya harus muzakkar. Contoh:

ثَلاَثَةُ أَقْلاَمٍ،     أَرْبَعَةُ أَقْلاَمٍ،    خَمْسَةُ أَقْلاَمٍ ....

ثَلاَثُ سَـيَّارَاتٍ، أَرْبَعُ سَـيَّارَاتٍ، خمس سَـيَّارَاتٍ

   Sekali lagi perhatikan contoh diatas, kata أَقْلاَمٍ adalah jama` dari قَلَمٌ yang ianya adalah muzakkar, maka angka sebelumnya harus mu’annats. Begitu juga kata سَـيَّارَاتٍ adalah jama` dari سَـيَّارَةٌ yang ianya adalah muannats, maka angka sebelumnya adalah muzakkar.

 

 Berikut, beberapa ayat Al-Qur’an yang menggunakan jumlah bilangan (benda): 

قال تعالى: }لِلَّذِينَ يُؤْلُونَ مِنْ نِسَائِهِمْ تَرَبُّصُ أَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ فَإِنْ فَاءُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ{ [البقرة: 226].

Maksudnya: “Kepada orang-orang yang meng-ilaa` istrinya diberi tangguh empat bulan (lamanya). Kemudian jika mereka kembali (kepada istrinya), maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al-Baqarah: 226).

 قال تعالى: }إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ{ [الأعراف: 54].

Maksudnya: “Sesungguhnya tuhan kalian adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari (masa), lalu Dia bersemayang diatas Arsy”. (Al-A’raf: 54).

 Mari kita perhatikan sekali lagi 2 ayat diatas. Kata أَشْهُرٍ pada ayat pertama adalah jama’ dari شَهْرٌ yang ianya adalah muzakkar, maka angka sebelum kata tersebut muannats yaitu أَرْبَعَةُ. Demikian juga pada ayat kedua. Kata أَيَّامٍ pada ayat kedua adalah jama` dari يَوْمٌ yang ianya adalah muzakkar, maka angka sebelum kata tersebut muannats yaitu سِتَّةِ.

 

 

Kembali ke muka depan

 

 

 

 

Muatnaik pada  10 Disember    2007