WARKAH DARI WASHINGTON DC (2) -
ISLAMIC CENTER DI WASHINGTON D.C.

Oleh Syed Hasan Alatas

Alhamdulillah aku beruntung dapat menunaikan sholat Jum'at  di Masjid Islamic Center. Masjid ini dibina atas sokongan dari semua Negara dan Ummat Islam. Jika dibandingkan dengan Masjid di tengah kota London, sudah tentu masjid ini agak kecil.

Namun demikian usaha yang dijalankan sungguh besar. Khotbah pertama diucapkan dalam bahasa Arab dan Khutbah kedua dalam bahasa Inggeris, dan disudahi dalam bahasa Arab. 

Islamic Center sungguh indah dan menarik bangunannya. Ruang dalam dihiasi dengan lukisan indah yang biasa kita dapati di bangunan bangunan Masjid di Iraq, Iran, Sirya dan di beberapa bangunan lainnya di negara-negara tersebut.
Selesai menunaikan sholat Jum'at aku dibenarkan untuk membuat rakaman dengan handycam yang senantiasa menemani aku kemana-mana tempat menarik yang kutuju.

Didalam buku History of the Islamic Center, From Dream to Reality, tulisan Dr.Muhammad Abdul-Rauf muka surat 3,disitu disebutkan:

DEDICATION
"To those who dreamed of building a mosque in the Capital of the United States of America and who through their personal efforts and devotion made that dream come true.Their names appear in the text, for they are the protagonists in this true history.

Di muka surat berikutnya tertulis:

CURRENT OFFICERS.
President: : Ambassador Ardeshir Zahedi (Iran) 
First Vice President : Ambassador Abdullah Salah (Jordan)
Scond V.President : Ambasador Sahabzada Y.Khan(Pakistan)

Dan lain ahli jawatan kuasa yang meliputi semua negara-negara Islam. Alhamdulillah dengan kerjasama dan bantuan yang telah diberikan oleh seluruh negara Islam mengikut kemampuan mereka masing-masing maka kini telah terbina sebuah Islamic Center, yang indah dan berguna untuk Islam dan ummatnya.

Kerjasama seperti inilah sepatutnya terus menerus diujudkan sehingga Islam dan ummatnya menjadi contoh teladan bagi ummat lainnya. Kita tidak perlu salah menyalahkan antara satu dengan aliran lainnya, yang terpenting marilah bekerjasama dalam soal-soal yang menyangkut  kepentingan Islam dan Ummatnya. Jangan biarkan Iblis ataupun Syeithan bersemayam dihati, sehingga kita menganggap aliran (mazhab) kita sahaja yang paling benar, yang lainnya salah ataupun sesat. Janganlah kita merasa sombong dengan Pengetahuan dangkal yang kita punyai diakibatkan sikap tidak mahu mengenal dan mempelajari berbagai aliran mazhab dalam masyarakat Islam, yang mengakibatkan kita bingung dan tak tahu lagi siapa musuh ataupun siapa sahabat yang sebenarnya. Kita tidak ada gunanya bermusuhan sesama Islam ataupun sesama ummat manusia.

Jika kita merasa mazhab ataupun aliran yang kita amalkan sahaja yang benar, dan meganggap aliran lainnya salah ataupun sesat, sehingga timbul salah menyalahkan yang tak habis-habisnya apalagi telah bercampur aduk dengan kepentingan-kepentingan lainnya sudah tentu kita tidak dapat menyatukan seluruh kekuatan ummat Islam, dan ini lah yang diinginkan oleh musuh-musuh Islam. 

Ummat menjadi lemah, mereka terpaksa tunduk dan menjadi budak ataupun orang suruhan musuh-musuh Islam. Jadi mengenal berbagai aliran dalam Islam adalah penting, dan usaha-usaha yang dipelopori Alim Ulama Islam yang mempunyai Ilmu Pengetahuan yang luas dibanyak Negara-Negara Islam perlu disambut dengan baik, dan kita semua berdoa semoga Allah s.w.t. menyatukan hati kita semua dan bersama-sama bekearjasama dalam hal-hal yang menyangkut kepentingan bersama sambil berlapang dada terhadap perbedaan yang merupakan Rahmat dari Allah s.w.t. Perhatikan Alam semesta yang berbeda antara satu dengan lainnya, matahari berbeda dengan bulan, bulan berbeda dengan pelanit lainnya. Bintang-bintang yang bertaburan dialam cakrawala semua mereka beredar ditempat masing-masing. Bumi tidak mengganggu perjalanan matahari, matahari beredar pada tempatnya dengan demikian tidak terjadi pergeseran antara satu dengan lainnya, dan dengan demikian Alam Raya ciptaan Ilahi ini menjadi pelajaran bagi mereka yang mempunyai akal sehat.

Demikian pula manusia tumbuh-tumbuhan, hewan, alat pancaragam dan sebagainya. Tubuh badan kita yang mempunyai berabagai alat, yang berbeda antara satu dengan lainnya. Perhatikan mata, hidung, telinga, mulut, jantung, paru-paru, usus, dan banyak lagi. Meskipun bentuk dan fungsinya berbeda, tapi mereka tetap bakerjasama antara satu dengan lainnya, dengan demikian kita dapat hidup dalam keadaan sehat wal'afiat.

Demikian pula alat-alat music yang beraneka ragam, terompet bunyi nya berbeda dengan tambur, biola berlainan dengan guitar, demikian pula alat-alat music yang ada. Jika mereka memainkan mengikut peraturan dibawah satu pimpinan, sungguh sedap kita mendengar alunan suara yang keluar, jika semua mereka memainkan sesuka hati tidak ikut aturan dan merasa alat musiknya sahaja yang baik dan merdu dan memaksa orang lain untuk mendenganrnya, apa akan terjadi, pendengarnya akan lari, dan tak ada manfaatnya mendengar suara-sumbang yang angkuh dan merasa dirinya sahaja yang bijak dan alatnya sahaja yang bunyinya baik dan merdu yang lainnya suara salah dan tak perlu didengar. 

Apa akan jadinya jika ramai manusia seperti ini. Tentu sahaja ummat akan kucar kacir, dan mereka lama kelamaan akan ditinggalkan ummat.

Insya-Allah akan kita sambung lagi.