|
Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas Allah berfirman yang bermaksud: "Berapa banyak negeri yang yang telah Kami binasakan,
karena mereka aniaya, lalu rubuh atap rumahnya, dan berapa banyak telaga
telah ditinggalkan dan istana tinggi yang telah kosong. Tidakkah mereka
berjalan di atas permukaan bumi, supaya mereka mempunyai akal (untuk) memikirkan,
atau telinga untuk mendengar, Sesungguhnya mereka bukan buta mata, tetapi
buta hati yang dalam dada." (Q.S.al-Hajji:45-46)
Dalam ayat ini Allah s.w.t.mengingatkan ummat
manusia bahwa berapa banyak negeri yang telah dibinasakan Allah karena
penduduknya berlaku zalim. Sehingga banyak rumah-rumah yang telah roboh
binasa, sumber airnya (telaga) menjadi kering karena tak ada airnya. Betapa
banyak istana yang tinggi (indah dan mewah) yang hancur binasa, sehingga
hanya tinggal bekasnya saja lagi. Jika kita tak percaya maka kita disuruh
berjalan diatas permukaan bumi ini dan saksikan sendiri kebenarannya. Memang
jika pergi jauh berjalan diatas permukaan bumi ini maka dapatlah kita
Meskipun mereka mempunyai hati (akal fikiran), mempunyai mata, mempunyai telinga, semua itu tidak mereka gunakan, yang mereka perturutkan hawa nafsu, semata-mata. Mereka tidak mau sadar atau insaf atas kesalahan yang telah dilakukan, tidak mau bertaubat ataupun mohon ampun kepada Allah s.w.t. dan memperbaiaki semua kesalahan, malah tabiat zalim ( tidak adil) terus menerus mereka amalkan, oleh karena itu datanglah bala bencana yang tak habis-habisnya sehingga terjadi kekurang air terus menerus, sehingga akhirnya kering kontang, sehingga tempat tempat yang indah dan mewah itu terpaksa ditinggalkan. Memang sifat kejadian manusia itu sendiri suka berlaku zalim dan tidak adil. Mereka diberikan tugas untuk mengurus urusan Ummat, tetapi kenyataannya mereka tidak menjalankan tugas itu dengan baik. Sehingga ramailah orang yang teraniaya. Dikala muda orang itu diperas tenaganya, setelah tua disia-siakan, tak ada yang memperdulikannya. Habis manis sepah dibuang. Mereka berani memegang amanah berbagai tugas, tetapi dalam prakteknya orang-orang yang berjuang dijalan Allah mereka tidak pedulikan, kesusahan dan kesulitan mereka dibiarkan saja. Mereka ada hati tapi tak paham, ada mata tetapi tidak melihat, ada telinga tapi tidak mendengar. Mereka hanya memperhatikan apabila makhluk Allah ini dapat dijadikan hamba sahaya mengikut telunjuknya, dan menjadi budak suruhannya. Keadilan perlulah merata, bukan hanya dinikmati sebahagian manusia saja. Sehingga yang kaya bertambah kaya, yang miskin tidak ada yang memperdulikannya. Banyak manusia yang telah lupa bahwa nikmat yang diperolehnya sekarang ini, baik kuasa ataupun harta kekayaan, disebabkan orang-orang kecil yang telah menyokong mereka sehingga mereka dapat duduk ditempat yang tinggi dan memiliki harta yang limpah ruah tak habis dimakan 7 turunan. Oleh karena mereka merasa duduk di tempat yang tinggi, sehingga mereka menganggap orang lain kecil tidak perlu diperhatikan. Lama-kelamaan orang-orang yang mereka anggap kecil merasa diri mereka terlalu jauh dengan manusia sombong ini, sehingga lama kelamaan mereka juga melihat mereka yang duduk disinggasana itu juga kecil. Akibatnya terjadi jurang pemisah antara yang berkuasa dengan yang dikuasai, yang kaya dengan yang miskin. Tindakan yang tidak adil (zalim) berlaku dimana- mana. sehingga membawa kebinasaan kepada ummat itu sendiri. Oleh karena itu perlulah kita sadar dengan memperbaiki
segala kesalahan kita dengan bertaubat, merasa menyesal tidak mau mengulanginya
lagi sambil memperbaiki kesalahan-kesalahan itu dengan diikuti dengan amal
perbuatan yang baik dan diredhai Allah s.w.t.
|