Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
Motto: "Janganlah kamu menjadi budak
(hamba) seseorang, karena Allah telah
menciptakan kamu dalam keadaan
Merdeka." (Mutiara kata dari Amirul Mukminin Saidina Ali bin Abi Thalib
k.w.)
Kemerdekaan ataupun kebebasan menurut
Islam bila kiranya seseorang, sesuatu bangsa ataupun sesuatu ummat mendapat
kemerdekaan ataupun kebebasan dari penjajahan dalam segala bentuk, baik
penjajahan lahir ataupun bathin. Manusia Merdeka bebas untuk mengatur diri
mereka, tanpa ada kungkungan dari orang lain.
Ummat yang merdeka dapat berfikir
dengan bebas apa yang baik dilakukan
untuk diri, bangsa ataupun untuk
kepentingan ummat seluruhnya, tanpa
kuatir kepada makhluk yang menghalanginya,
tiada yang ditakutinya kecuali
hanya Allah s.w.t.. Segala tindakannya
berpandukan al-Quran dan Sunnah Nabi
s.a.w.
Oleh karena itu Islam terlebih dahulu
memerdekakan manusia kepada hanya
menyembah Allah s.w.t. yang telah
menciptakan dirinya dan alam seluruhnya. Oleh karena itu seseorang itu
barulah menjadi Mukmin bila kiranya dalam hatinya terpatri kalimah :"Lailaha
illallah wa Muhammadurrasulallah." Tiada tuhan hanya Allah dan Muhammad
pesuruhNya.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Janganlah kamu adakan Tuhan
yang lain bersama Allah. Sungguh aku memberi peringatan yang terang kepadamu
dari padaNya."
(Q.S.Azzariyat:51)
Manusia yang merdeka akan melahirkan para pemikir yang baik dan ikhlas, karena dengan kemerdekaan itu dia tidak ragu-ragu untuk memberikan pendapat yang benar dan adil secara ikhlas, dengan mengharapkan semata-mata keredhaan Allah s.w.t.
Manusia Merdeka yang beriman dan bertaqwa kepada Allah s.w.t. akan diberikan petunjuk oleh Allah s.w.t .ke jalan yang terang benderang seperti para Nabi dan Rasul, dan orang-orang Soleh, yang telah menyelamatkan ummat manusia dari jurang kesesatan dan kehancuran.
Ada juga manusia, bangsa atau ummat
meskipun lahirnya mereka telah mencapai
Kemerdekaan ratusan tahun, akan
tetapi jiwa mereka telah dijajah oleh Hawa Nafsu jahat sehingga yang menjadi
Tuhan mereka yang sebenarnya hanyalah Hawa Nafsu, sehingga apa yang dilakukannya
akan membawa bencana kepada seluruh Ummat manusia. Mereka berbuat sesuatu
tindakan hanya berpandukan Hawa Nafsu, sehingga mereka tidak dapat membedakan
antara yang benar dengan yang salah, antara yang baik dengan yang buruk.
Meskipun seluruh dunia mengutuk
tindakan yang mereka lakukan, yang telah membawa malapetaka kepada manusia
yang tidak bersalah, manusia seperti ini tetap degil dan menganggap diri
mereka saja yang benar sebagaimana firman
Allah yang bermaksud:
"Adakah engkau lihat orang yang mengambil hawa nafsunya menjadi Tuhannya dan Allah menyesatkannya, karena mengetahui (kejahatan hatinya) dan mencap (menutup) pendengaran dan mata hatinya dan mengadakan tutupun diatas pemandangannya. Maka siapakah yang akan menunjukinya sesudah Allah? Tidakkah kamu menerima peringatan? (Qur'an. S.Al-Jatsiyah: 23)
Jadi Islam terlebih dahulu memerdekakan
Rohaniyah manusia, disamping
membebaskan Jasmaniah manusia.
Kedua-duanya perlu (penting) memperoleh
Kemerdekaan.
Jika lahiriyah saja yang merdeka akan tetapi jiwa yang didalamnya yang tak kelihatan seperti pemikiran, perasaan masih dijajah, maka hasilnya nanti hanya akan menguntungkan sipenjajah juga. Oleh karena itu Islam sangat mementinngkan kita hanya semata-mata menyembah Allah s.w.t. bukan makhluk lainnya, yang semua mereka juga diciptakan oleh Allah s.w.t.
Untuk memperoleh Kemerdekaan lahir
dan bathin bukanlah mudah. Ia perlulah
diperjuangkan dengan bersungguh-sungguh
tanpa berhenti atau menyerah kalah. Tabah menghadapinya dan banyak pengorbanan
yang perlu diberikan, ada kalanya perjuangan itu akan berkepanjangan dan
mereka yang telah merintisnya terpaksa menjadi korban kezaliman, korban
penculikan, korban penganiayaan, korban pembunuhan, dan berbagai korban
lainnya.
Meskipun demikian bila datang kebenaran,
maka yang bathil akan musnah, keadilan dan kebenaran akan menjelma. Disini
saya sertakan sebuah puisi bagi mengenang dan menghargai pengorbanan yang
telah diberikan oleh para perintis kemerdekaan, semoga Allah menerima segala
amal bakti mereka.
Lihatlah ombak yang menggunung terhempas,
bergulung mengejar,
tetapi....... terhempas lagi.
Sambung menyambung menjangkau pantai,
tak kenal lelah dan tak kenal duka.
Kau segara nan luas,
pemberi semangat kepadaku,
geloramu membuat darahku mendidih.
Kau ibarat Pahlawanku yang berjuang,
berkorban apa saja untuk mencapai
Kemerdekaan,
dijalan yang Engkau redhai.
Pahlawanku terus berjuang, ramai
yang ditindas, dianiaya dan dibunuh,
engkau gugur shahid kembali kepada
Ilahi, mendapat tempat jannatunnaim.
Seperti firmanMu: Sesungguhnya
Allah telah membeli daripada Mukminin,
diri mereka dan harta mereka dengan
Sorga.
Kami takkan patah, kamipun takkan
mundur, patah tumbuh,
hilang berganti.
Kami diciptakan dalam keadaan Merdeka,
Insya Allah kami pertahankan Kemerdekaan,
dengan segala apa anugerah yang
telah kami miliki,
menuju Negara yang Adil dan Makmur
serta mendapat
ampunan dan keredhaanMu.