Oleh Syed Hasan Alatas
Betapa gembiranya
Imam Malik karena mendapat seorang murid yang cerdas dan bijak seperti
Syaf'i. Syaf'i semenjak kecil bukan saja telah hapal
seluruh isi
al-Quran dan ribuan hadis Nabi s.a.w. malah beliau juga telah
hapal seluruh
isi kitab Hadis Muwatta' karangan Imam Malik bin
Anas, sebelumnya
Syaafi'i bertemu dengan Imam Malik. Imam Syafi'i membagi malam kepada tiga
bahagian yaitu:
"Aku menunggu
terlebih dahulu, sehingga aku mengetahui, mana yang lebih
baik aku diam
ataupun menjawab pertanyaanmu."
Ini menunjukkan bahwa Imam Syafi'i adalah orang yang sangat teliti dalam memberikan sesuatu fatwa, kepada seseorang yang bertanyakan sesuatu masaalah semasa.
Imam Syafi'i
pernah mengatakan: "Pada suatu hari aku tidak punya uang sesenpun, sedangkan
aku ingin benar menuntut Ilmu. Lalu aku pergi bekerja disebuah Dewan untuk
mendapat sedikit belanja". Ini menunjukkan bahwa Imam Syafi'i tidak berdiam
diri ketika menemui kesulitan dalam
keuangan, terutama
ketika menuntut Ilmu, beliau bersedia bekerja apa saja
yang halal,
asalkan saja cita-citanya tercapai.
Imam Ghazali pernah menceritakan bahwa Imam Syafi'i juga adalah seorang Tokoh penting dalam kehidupan Sufi. Ia seorang yang sangat Taqwa tidak ingin bermegah-megahan dalam hal apapun juga. Berkenaan Ilmu Sufi, Imam Syafi'i berkata: "Saya ingin manusia itu mempelajari Ilmu ini, tetapi janganlah menyebut-nyebut namaku, dengan sepatah kata juapun".
Diantara kata-kata
yang bernilai sufi daripada Imam Syafi'i ialah: