|
Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
1.Niat yang baik dengan mengharapkan keredhaan Allah s.w.t. Ramai manusia niatnya ingin berkuasa,ingin kemewahan,ingin
kemegahan, ingin memenuhi kepentingan diri sahaja.Maka berusahalah ia untuk
memenuhi semua keinginan itu dengan cara berpandukan kepada Hawa Nafsu
semata-mata. Hawa nafsu itulah yang dijadikan Tuhannya. Dari luar kelihatannya
dia menggunakan nama-nama yang indah dan muluk.Umpamanya untuk Demokrasi,
untuk Reformasi, untuk memperjuangkan nasib Rakyat, untuk Keadilan dan
kebenaran, tetapi sebenarnya untuk kepentingan peribadi, kepentingan keluarga,
kepentingan golongan. Niatnya sebenarnya itu ditutupi dengan semboyan-semboyan
yang indah dan menarik, sehingga ramailah manusia yang tertipu dengan niatnya
yang sebenarnya itu. Oleh karena itu perlulah dalam perjuangan ini perlu
dijaga dengan baik niat kita yang sebenarnya,mestilah semata-mata mengharapkan
keredhaan dari Allah s.w.t.Jadikan al-Quran dan Sunnah Nabi s.a.w.sebagai
panduan utama bagi segala usaha kita mencapai tujuan.Jadikanlah Allah s.w.t.
sahaja Tuhan yang disembah dan tempat memohon pertulungan. Allah s.w.t.
yang telah menciptakan Alam dengan segaa apa yang ada di dalamnya, sudah
pada tempatnya kita hanya menyembah dia, bukan menyembah makhluk ciptaanNya.
Kita ikut manusia selama ia mematuhi perintah Allah dan RasulNya. Jika
manusia ini telah membelakangi segala perintah dan suruhan
2.Pembinaaan Akhlak yang mulia perlulah diusahakan dengan serius. Manusia yang bersifat serba kekurangan.Jika diberikan satu ladang emas, dia akan minta lebih banyak lagi,hanya kematianya saja yang boleh menghentikan keinginannya.Biasanya manusia bila telah kaya dan hidup mewah, mereka ingin lebih kaya lagi,tanpa memperdulikan pendritaan orang lain. Hanya sedikit saja manusia yang mempunyai perikemanusiaan,biasanya manusia mempunyai perasaan hasad, dengki, khianat, takabbur, suka berbohong, menipu, mementingkan diri sendiri, munafik, suka menindas zalim dan berbagai sifat yang boleh membawa manusia kejurang kebinasaan. Itulah salah satu sebab, dunia ini senantiasa bergolak, sehingga keamaan dan kedamainan selalu terancam. Oleh karena itu perlulah ada alat kontrol Hawa Nafsu Nafsu,yaitu al-Quran dan Sunnah. Taatilah perintah Allah dan Rasulnya, Insya-Allah hidup kita akan bahagia. Jadikanlah hanya Allah sahaja yang kita sembah, dan tundukkanlah Hawa Nafsu kita kejalan yang diredhainya. 2.Perpecahan timbul biasanya disebabkan cara mengajak manusia bersatu mengikut caranya sendiri. Masing-masing menganggap dirinya saja yang benar,orang
lain semuanya salah.Hanya dialah manusia paling suci, yang lainnya manusia
biadab dan jahat, yang perlu tunduk kepada kemauannya. Alangkah baiknya,
sebelumnya kita memperbaiki diri orang lain, kita terlebih dahulu melihat
kepada diri kita sendiri.Melihat keaiban dan dosa yang telah kita lakukan
semenjak dari kecil hingga dewasa ataupun hingga kita mencapai umur yang
lanjut. Adakah kita seperti manusia suci yang tidak pernah melakukan apa-apa
kesalahan.
|