|
KEZALIMAN MEMBINASAKAN UMMAT Oleh:
Ustaz Syed Hasan Alatas Allah berfirman yang bermaksud:
"Berapa banyak negeri yang yang telah Kami
binasakan, karena mereka aniaya, lalu rubuh atap rumahnya, dan berapa banyak
telaga telah ditinggalkan dan istana tinggi yang telah kosong. Tidakkah mereka
berjalan di atas permukaan bumi, supaya mereka mempunyai akal (untuk)
memikirkan, atau telinga untuk mendenga. Sesungguhnya mereka bukan buta mata,
tetapi buta hati yang dalam dada."
(Q.S.al-Hajji:45-46) Dalam ayat ini Allah s.w.t.mengingatkan ummat manusia bahwa berapa banyak negeri yang telah dibinasakan Allah karena penduduknya berlaku zalim. Sehingga banyak rumah-rumah yang telah roboh binasa, sumber airnya (telaga) menjadi kering karena tak ada airnya. Betapa banyak istana yang tinggi (indah dan mewah) yang hancur binasa, sehingga hanya tinggal bekasnya saja lagi. Jika kita tak percaya maka kita disuruh berjalan diatas permukaan bumi ini dan saksikan sendiri kebenarannya.
Memang jika kita pergi jauh,berjalan diatas permukaan bumi ini maka dapatlah
kita Keadaan dunia sekarang bertambah panas, bukan saja panas disebabkan manusia telah menceroboh alam sekitar dengan sekehendak nafsu mereka, dengan merusak keindahan alam sekitar, akan tetapi juga disebabkan nafsu serakah kepada kuasa dan kepentingan sendiri, sehingga keadilan tidak ada lagi, keadilan ditafsirkan mengikut kepentingan sendiri. Kami boleh memiliki berbagai senjata canggih, terutama senjata pemusnah seperti bom nuklear (tenaga atom), kawan kami, terutama mereka yang membantu kami dibolehkan memiliki dan mengembangkannya, malah akan kami bantu mereka, akan tetapi sesiapa yang menjadi musuh kami sekali-kali tidak boleh memilikinya dan perlu segera menutupnya, jika tidak tindakan pemulauan akan dilakukan. Alangkah baiknya jika keadilan itu benar-benar dilakukan, jika sekiranya dunia nak diselamatkan, maka seluruh ummat, seluruh negara, seluruh bangsa, tidak ada kecuali perlu memusnahkan segera segala senjata pemusnah yang berbahaya ini, sehingga dengan demikian barulah itu dikatakan adil, Insya Allah dengan demikian dunia ini dapat diselamatkan dari kebinasaan, dan manusia dapat hidup dalam keadaan aman dan damai.
Dimuatnaik pada: Selasa 4 Rabi'ul Akhir 1427 (2 Mei 2006) |
|
|