|
PENGURUSAN MASA (2)
Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
Semenjak manusia berada dalam kandungan
ibundanya, masa ia telah dilahirkan menjadi seorang bayi (balita), masa
ketika masih kanak-kanak, masa remaja, masa dewasa, masa tua, alam barzah,
hingga akhirat. Jika semua masa ketika berada di dunia ini digunakan dengan
sebaik mungkin, Insya-Allah akan mewujudkan manusia yang baik di dunia
dan baik pula di akhirat. Insya Allah akan mewujudkan manusia yang bahagia
hidup di dunia, dan bahagia pula hidup di akhirat.
DISIPLIN MASA.
Disiplin ataupun kepatuhan (keta'atan) kepada
peraturan sangatlah dipentingkan dalam Islam. Dalam segala hal, baik dalam
hal-hal yang berhubungan dengan Maha Pencipta, yaitu Allah s.w.t. juga
hal-hal yang berhubungan dengan sesama manusia dan hubungan dengan makhluk
lainnya.
Contohnya: Ketika menunaikan ibadah sholat, zakat,
puasa, haji semuanya itu
telah diatur dengan sebaik-baiknya. Demikian
pula dalam hubungan kita dengan orang tua kita, ibu bapa kita, sanak saudara,
jiran tetangga, sesama Muslim, hubungan dengan tamu, sahabat, hubungan
dengan sesama insan, hubungan sesama makhluk Allah s.w.t., hubungan dengan
makhluk halus dimana mata kasar tak dapat melihatnya seperti kuman, atom
yang terpaksa menggunakan alat teknolgi moden barulah kita mengetahui dia
ujud. Demikian pula ada makhluk lainnya yang kita tak dapat melihat dia
tetapi dia bolih melihat kita seperti malaikat, syaitan, jin, dan makhluk
halus lain-lainnya.
Allah s.w.t. telah mengajarkan kita al-Quran,
menjadi petunjuk kepada kita
untuk membedakan yang benar dengan yang salah.
Al-Quran mengandung
berbagai perintah dan larangan, al-Quran mengandung
Ilmu Pengetahuan, al-Quran mengandung Hukum Hakam, sejarah Ummat dahulu
kala, untuk dijadikan teladan bagi ummat sesudahnya. Isi al-Quran menyebutkan
segala hal yang penting meliputi semua bidang. Al-Quran juga mengajarkan
kepada manusia supaya menggunakan akal fikiran dan segala anggota dan kemudahan
yang Allah telah sediakan itu untuk difikirkan dan dimanfaatkan. Kita disuruh
menuntut Ilmu Pengethuan yang berguna, dan hanya mereka yang beriman dan
mempunyai Ilmu Pengetahuan sahaja yang takut bercampur kagum atas kebesaran
dan keagongan Allah s.w.t.
Allah berfirman yang maksudnya:
"Arrahman (Yang Maha Pengasih) telah mengajarkan
al-Quran. Telah
menjadikan Insan (manusia) sebagai makhluk yang
mempunyai akal fikiran.
Matahari dan bulan (beredar) dengan perhitungan.
Bintang-bintang dan
pohon-pohon kedua-duanya bersujud (kepada Allah
s.w.t). Langit (alam
raya) ditinggikan-Nya, dan diadakan neraca Keadilan.
Supaya kamu jangan
aniaya dalam neraca timbangan. Dirikanlah timbangan
dengan adil dan
janganlah kamu merugikan pada timbangan. Bumi
ditetapkanNya untuk
makhlukNya, padanya ada buah-buahan dan pohon
korma yang mempunyai mayang (kelopak). Biji-bijian yang mempunyai daun
ditangkainya dan harum-haruman. Maka nikmat Allah yang mana lagi yang hendak
kamu
dustakan? (Q.S.Arrahman:1-13)
(bersambung)
|