Larangan Mencaci Agama Lain

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
 

Allah berfirman yang maksudnya:

"Janganlah kamu mencerca benda-benda yang mereka sembah selain Allah, karena mereka kelak akan mencerca Allah secara melampaui batas dengan ketiadaan pengetahuan. Demikianlah Kami memperelokkan pada (pada pandangan) tiap-tiap ummat akan amal perbuatan mereka, kemudian kepada Tuhan merekalah tempat kembali mereka, lalu Ia menerangkan kepada mereka apa yang mereka telah lakukan."
(Q.S.al-Anan'am:108)

Islam melarang ummatnya mencerca, atau mencaci penyembahan orang lain. Pergadohan biasanya terjadi karena sifat manusia yang mengikutkan hawa nafsu suka menghina keyakinan orang lain. Islam melarang kita memaksa orang lain agama untuk memeluk Islam. Islam agama yang benar, kewajibaan kita hanyalah menyampaikan, ataupun memanggil manusia ke jalan yang benar, bukan dengan paksaan, tapi dengan kerelaan. Sebab paksaan akan menimbulkan hal-hal yang tidak baik, dan mereka yang dipaksa itu tidak ikhlas.

Islam mengajak ummat lain supaya sama-sama kembali ke titik pertemuan, kalimah persamaan yaitu menyembah Tuhan yang Maha Esa dan tidak mempersekutukannya dengan apapun juga. Allah berfirman yang bermaksud:

"Ya, Ahli Kitab, marilah bersama-sama berpegang kepada Kalimah yang
bersamaan antara kami dan kamu, yaitu bahwa kita tidak akan mempersekutukanNya dengan sesuatu apapun....."

(Q.S.al_Imran:64)

Islam melarang kita menyakiti hati orang lain dengan tindakan-tindakan
yang kasar, zalim, ataupun perbuatan tercela lain. Cobalah kita perhatikan kitab suci al-Quranul karim yang begitu memuliakan Nabi Musa a.s., Nabi Isa a.s., dan Nabi-Nabi yang lain. Sifat yang baik ini mestilah pula dimiliki oleh semua pihak. Jadi dengan sifat menghormati keyakinan orang lain, dan
tidak menyakitkan hati mereka, Insya-Allah kerukunan Ummat menjadi kenyataan.