Al-Quran dan Sunnah Panduan Ummat

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
 

Allah berfirman yang maksudnya:

"Dan Allah telah meninggikan langit dan Dia telah meletakkan neraca
(keadilan) supaya kamu jangan melampaui batas dalam neraca itu. Tegakkannlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi neraca itu." (Q.S.al-Rahman 7-9)

Rasulallah s.a.w.bersabda yang bermaksud:

"Barangsiapa ditakdirkan oleh Allah untuk menguasai sesuatu urusan kaum Muslimin. Kemudian dia menutup pintu dari hajat kaum Muslimin dan fukoroknya Muslimin, maka Allah membalasnya dengan menutup dia dari hajjatnya." (Diriwayatkan oleh Abu Daud dan Tarmizi)

Berkenaan Keadilan Islam telah saya tulis dalam artikel yang lalu, (sila perhatikan). Peringatan Allah s.w.t. berkenaan keadilan perlulah kita perhatikan dan mengamalkannya, baik terhadap diri kita sendiri ataupun terhadap siapapun, walaupun terhadap musuh yang kita benci. Jika amal perbuatan kita berpandukan Keadilan Ilahi Insya-Allah pembinaan kerukunan Ummat akan menjadi kenyataan. Akan tetapi jika keadilan itu
hanya permainan lidah yang tidak bertulang, lain kata dengan perbuatan, untuk sementara waktu kita boleh mengelabui Ummat, akan tetapi lama kelamaan tindakan tidak adil ataupun Zalim akan dapat diketahui oleh Ummat yang kita pempin, maka kita tidaklah usah menyesal seperti  peribahasa menyebutkan:

"Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tak berguna."

Sejarah Dunia menjadi suatu pelajaran bagi semua: Perhatikan Firaun betapa kekuasaan yang dimilikinya, oleh karena ingin menyelamatkan tahta kerajaannya, ia tunduk dan mendengar hasutan pembesar-pembesar disekelinngnya supaya melaksanakan nasihat ahli nujum yang mengatakan akan lahir seorang anak yang akan menjatuhkan tahta kerajaanya. Maka dengan berang Firaun memerintahkan supaya dengan segera dibunuh semua wanita yang sedang hamil dan anak-anak lelaki yang baru dilahirkan, karena Firaun kuatir kerajaannya akan musnah. Ketika itu bekerja keraslah semua bala tenteranya dan semua orang yang mengampu dan memuja Firaun.

Suatu kejadian yang mengerikan terjadi, dimana ramailah kaum wanita hamil dan anak lelaki yang baru dilahirkan dibunuh dengan kejam oleh askar Firaun. Bergelimang darah, orang yang tak bersalah menjadi korban kezaliman Firaun. Ramai bayi yang dilahirkan direntap dari ibunya dan dibunuh dengan kejam. Dapatkah Firaun dan bala tentaranya, serta penasihat-penasihat jahat dan penyokong-penyokongnya menyelamatkan dirinya dan kerajaannya.

Akhirnya dia dan balatenteranya dimusnahkan Allah s.w.t. Nabi Musa
a.s. dan pengikutnya diselamatkan Allah s.w.t.

Demikian pula kita perlu belajar dari sejarah apa yang telah terjadi
terhadap penguasa-penguasa yang mengikutkan hawa nafsunya
seperti Hitler, Musolini dan lain-lain lagi. Ketika dia berkuasa ramailah
tukang puja dan puji, ramai tukang tepuk tangan, ramai penjilat-penjilat
karena mengharapkan belas kasihan penguasa, tetapi ketika tumbang,
ketika itu yang memuja dan menyanjungnya itu berobah haluan, Mereka
berobah menjadi orng-orang yang suka mencaci maki, malah ikut menginjak-injak sang penguasa yang zalim dan jahat itu. Sejarah selalu mengulangi jejaknya.

Oleh karena itu perlulah kita belajar dari sejarah, Jangan ikutkan hawa
nafsu jahat, jangan suka mendengar fitnah dan hasutan dari orang yang
suka membuat fitnah, kajilah semua finah itu.J anganlah tegoran dianggap fitnah, sebab Islam adalah agama nasiihat menasihati. Peringatan adalah perlu didengar dan dikaji kebenarannya.

Pesakit perlu mendengar nasihat dokktor pakar, mungkin nyawanya boleh diselamatkan. Akan tetapi jika dia memusuhi dokter pakar malah melanggar semua peraturan yang diberi, maka tunggulah saat kehancuran akan tiba. Oleh karena itu untuk membina kerukunan ummat perlulah peringatan dalam Al-Quran dan Sunnah menjadi panduan bagi kita semua.