Pembinaan Kerukunan Keluarga

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
 

Untuk membina Kerukunan Ummat bukanlah pekerjaan yang mudah. Unsur Kekeluargaan memegang peranan yang amat penting,disamping Pembinaan yang lain-lainnya. Jika kita berjaya membina suatu keluarga yang baik,yang hidup rukun damai antara ayah dan ibu,antara anak dan orang tua,antara adik beradik. Insya Allah Keluarga yang baik ini akan paham dan berusaha
berbaik-baik dengan jiran (tetangga) disekitarnya. Bila semua keluarga yang berada dalam sesebuah rumah tangga terdiri dari keluarga yang baik,sudah tentu kampung itu akan baik dan aman damai. Jika setiap kampung itu baik, Insya-Allah Negara itu juga menjadi baik.

Bila manusia dalam Negara itu hidup aman damai,Insya-Allah barulah Pembinaan Kerukunan Ummat berhasil diujudkan.Akan tetapi jika unsur kekeluargaan telah hancur lebur.Dimana hari-hari yang ujud,pertengkaran antara ayah dan ibu.Sianakpun terikut-ikut pula,sehingga diantara mereka hari-hari bertengkar yang tak habis-habisnya antara adik beradik. 

Pertengkaran itu mereka lanjutkan dengan jiran tetangga, dan orang sekampung pun terikut-ikut pula dalam pertengkaran dan akhirnya lahirlah satu masyarakat yang huru hara,dari masyarakat yang kacau balau ini membuat Negarapun menjadi kacau balau.Bila manusia dalam Negara itu hidup dalam keadaan huru hara,sudah tentu Pembinaaan Kerukunan Ummat akan terhalang. Sudah tentu baik buruknya sesuatu keluarga bukan saja disebabkan oleh baik buruknya orang tua yang mendidiknya.

Juga peranan disekitarnya akan juga menentukannya.Terutama pendidikan di sekolah,pendidikan yang mereka terima dari Media Massa,seperti akhbar (koran), majallah, buku, filem, Radio/TV, Internet dan sebagainya, semua itu akan juga menentukan sesuatu Keluarga menjadi baik ataupun buruk. Meskipun demikian,pendidikan dirumah memegang peranan yang amat penting. Contohnya betapa usaha yang telah dijalankan oleh Negaran-Negara Komunis yang telah melarang Ummat Islam menunaikan ibadah mereka di Masjid ataupun dirumah ibadah lainnya. 

Malah banyak Masjid yang telah dirobohkan ataupun dibiarkan begitu saja dan roboh dengan sendirinya. Madrasah-madrasah tidak dibenarkan diajar pelajaran agama. Semua tanah wakaf disita oleh Pemerintah Komunis, dan berbagai usaha untuk melenyapkan pengaruh agama.Akan tetapi oleh karena masih ramai Ayah dan Ibu yang cintakan agama mereka dan mendidik anak-anaknya dengan pendidikan Islam,maka kita lihat dalam masyarakat itu Islam masih boleh dipertahankan hingga kini, dan mereka telah dapat membebaskan diri mereka dari Penjajahan Komunis.

Meskipun demikian Pengaruh Media Massa juga memegang peranan penting untuk menanamkan semangat Cintakan Islam yang sebenarnya, dalam hati penganutnya. Dengan cara mengisi masa-masa dimana seluruh Keluarga berada dirumah terutama diwaktu MAGRIB. Contohnya ramai orang-orang tua yang cuba mendidik anak-anaknya secara Islam, tetapi mereka yang berkuasa tidak memperdulikan segala harapan Ummat Islam supaya acara siaran di Telivishen disesuaikan dengan keadaan Ummat Islam menunaikan Ibadah, terutama di waktu SHOLAT MAGRIB. Alangkah baiknya jika waktu MAGRIB itu disiarkan acara Keagamaan(Islam), terutama kewajiban menunaikan SHOLAT diawal waktu. Setelah itu dilanjutkan dengan PENGAJIAN AGAMA, ataupun pelajaran berkenaan ISLAM. Setelah acara Agama,maka lanjutannya juga diiringi dengan dengan acara yang sesuai dengan Islam,terutama dalam hal-hal AKHLAK.Insya Allah jika hal ini dapat dilakukan sudah tentu akan ujud satu Keluarga yang baik dan berjiwa Islam. Amat menduka citakan kita,telah banyak perotes diadakan oleh perorangan dan secara kumpulan, supaya acara diwaktu MAGRIB dimana biasanya berkumpul semua keluarga dirumah, diisi dengan acara Agama Islam,terutama di saluran TV yang diperuntukkan kepada orang-orang Islam.Seruan tersebut tidak diperdulikan,malah diwaktu MAGRIB selalu diisi dengan acara yang melalaikan, terutama bagi anak-anak kecil, yaitu dengan SIARAN KATUN, derama,dan berbagai lagi yang melalaikan. Sudah tentu ketika orang tua berada dirumah bolehlah anak-anak itu patuh menunaikan sholat berjamaah, mengaji al-Quran,akan tetapi bila orang tua tak ada maka anak-anak kecil lebih senang menonton katun,wayang dan sebagainya.

Berkenaan Sholat Magrib Allah berfirman yang maksudnya;"Dirikan Sholat diwaktu dua tepi siang dan sebahgian malam (Magrib dan Isya). Sesungguhnya Kebaikan Menghapuskan Kejahatan.Demikian itu Peringatan bagi orang-orrang yang mahu Ingat."(Q.S.Hud:114). Padahal yang bertanggung jawab dalam hal ini adalah mereka yang selalu mengatakan diri mereka adalah orang Islam,mereka adalah orang yang beriman,dan jika dituduh mereka telah menyesatkan Ummat Islam,mereka marah,dan mereka lalu menuding orang yang menasihati mereka dengan baik, sebagai musuh mereka.Saya yakin dan percaya jika sekiranya kita benar-benar ingin sesuatu KELUARGA menjadi baik,rukun dan damai,maka usahakanlah segala hal yang boleh memperbaiki unsur Kekeluargaan itu berjiwakan Islam.Jika ini boleh diujudkan saya yakin dan percaya,kita akan dirahmati oleh Allah s.w.t.dan jadilah Negara ini:"Baldatun Thaibatun wa Rabbun Rafur",Negara yang baik (lahir dan bathin) dan mendapat Keampunan Ilahi.Jika ini boleh diujudkan Insya-Allah Rahmat dari Allah s.w.t.akan datang,dan seluruh Negara dalam Aman dan Damai,Insya-Allah,amin ya Rabbal A'Alamin. Allah berfirman yang maksudnya:"Tuhanmu tidak akan membinasakan sesuatu Negeri dengan aniaya,sedangkan penduduknya berbuat Kebajikan." (al-Quran s.Hud:117)