Membina Kerukunan Ummat - Penutup

Oleh Ustaz Syed Hasan Alatas
 

Ramai manusia yang telah dilalaikan daripada mengerjakan amal kebajikan. Mereka berlumba-lumba untuk memperoleh sebanyak-banyak keperluan keduniaan dengan mengabaikan untuk kebahagiaan hidupnya di Akhirat. Pada sangkaannya dia akan kekal abadi hidup didunia ini, meskipun kenyataannya ia telah menyaksikan sendiri ramai manusia yang dikasihinya telah meninggalkannya, disebabkan kematian,ataupun perceraian, ataupun sebab-sebab lainnya.

Ramai manusia yang dilalaikan oleh karena ingin memeliki harta benda, kekuasaaan ataupun pengaruh.Tujuan menghalalkan cara, meskipun cara yang dilakukannya itu secara zalim (tidak adil). Dia naik keatas dengan cara menginjak kepala saudaranya sendiri. Jika dia telah berada di atas, maka dia berusaha mempertahankan kedudukannya itu dengan cara-cara menzalimi orang yang berada dibawahnya. Dia dengan tidak segan silu lagi telah menginjak-nginjak orang yang dibawahnya dengan berbagai perbuatan aniaya ataupun zalim. Kita tidak dilarang untuk mencapai tingkat yang paling tinggi dalam segala bidang. Tetapi naiklah dengan cara yang baik dan jujur.Jangan cuba menarik orang yang diatas kita secara zalim sehingga dia terjatuh dengan nasib yang amat menyedihkan.Demikian pula bila diatas jangan merasa diri terlalu sombong dan angkuh, sehingga kita menganggap orang yang dibawah kita begitu hina sekali,sehingga kita sanggup melakukan perbuatan zalim dengan menginjak-nginjak hak orang yang dibawah kita,sehinga dia teraniaya. Kita perlu ingat jika amalan yang seperti itu kita lakukan,  maka akan terjadi suatu jarak yang jauh antara satu dengan lainnya.

Jarak yang jauh antara yang diatas dengan yang dibawah ataupun yang dibawah dengan yang diatas, akan menyebabkan yang diatas memandang kecil kepada bawahannya. Demikian pula yang dibawah, disebabkan jarak yang jauh dengan pihak atasannya, maka orang bawah, akhirnya juga akan memandang kecil kepada pihak atasannya.Jika hal ini berlaku dalam masa yang lama dan berterusan,maka akan timbullah suasana tegang dan berbahaya bagi kesejahteraan kedua belah pihak.

Oleh karena itu kita perlulah sadar bahwa segala apa yang ada dalam dunia ini hanya bersifat sementara,yang kekal hanya Allah s.w.t. Allah S.W.T. mengingatkan kita dengan firmanNya yang bermaksud:

"Kamu telah dilalaikan oleh perbuatan untuk mendapat sebanyak-banyaknya (harta benda, kuasa ataupun pengaruh, anak pinak,dsb). Sehingga kamu masuk kedalam kubur. Jangan sekali-kali (bersikap demikian)! Kamu akan mengetahuinya kelak (akibat buruk akan menimpa manusia ). Kemudian (sekali lagi Allah s.w.t. mengingatkan kita), jangan sekali-kali (bersikap demikian). Kamu akan mengetahuinya kelak (akibat buruknya). Demi sesungguhnya! Kalaulah kamu mengetahui (apa yang akan kamu hadapi) dengan pengetahuan yang yakin. Sesungguhnya kamu akan melihat neraka. Kemudian sesungguhnya kamu akan melihatnya dengan mata keyakinan. Kemudian kamu akan diperiksa pada hari itu, tentang segala nikmat (yang telah kamu peroleh dari Allah s.w.t). (Q.S.Attakasur:1-8)

Jika manusia benar-benar menyadari bahwa hidupnya didunia ini, hanya dalam masa yang sedikit dan kehidupan diakhirat adalah kehidupan yang kekal abadi, tentu saja manusia akan berusaha mempersiapkan segala keperluan untuk kehidupan Akhiratnya dengan lebih bersungguh-sunguh lagi. Amat menyedihkan ramai manusia yang beranggapan bahwa hidup didunia inilah kehidupan yang sebenarnaya. Oleh karena itu manusia yang seperti ini segala usahanya hanya ditumpukan untuk kehidupan di dunia sahaja.Untuk keperluan kehidupannya di akhirat yang kekal abadi untuk selama-lamanya, hanya sedikit masa disediakan, itupun jangan tidak sahaja.

Bila tiba masanya Allah mengambil kembali segala apa yang dititipkanNya (baik harta kekayaan, kuasa, pengaruh, anak pinak,dsb),  maka pada ketika itu barulah timbul penyesalan, tetapi telah terlambat. Oleh karena itu perlulah kita mengimbangi keperluan hidup di dunia dengan keperluan kehidupan yang abadi di akhirat. Insya Allah dengan cara demikian, kita akan mendapat kebahagian hidup didunia dan juga kebahagiaan hidup di akhirat.

Rabbana atina fiddunnia hasanatan, wafil akhiratu hasanatan,waqi na azabannar. "Wahai Tuhan kami !Berikanlah kepada kami, kebaikan hidup di Dunia dan kebaikan di Akhirat, dan hindarkanlah kami dari siksaan azab Neraka."

Sadaqallahul Azim.